Nyokap lu pernah bilang kalau bohong itu dosa kan? Iya bener, tapi kenyataannya banyak juga orang yang suka bohong demi kepentingan pribadi.
Nah, kali ini gue mau kasih tau cara ampuh buat ngungkapin kebohongan orang lain. Biar lu ga tertipu mulu sama bualan mereka. Yuk kita bahas satu-satu!
Pengertian Bohong Itu Apa Sih?
Sebelum masuk ke cara mengungkap kebohongan, kita musti paham dulu definisi bohong itu apa.
Menurut KBBI, bohong artinya sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dusta, tipu.
Jadi singkatnya, bohong itu usaha seseorang buat meyakinkan orang lain tentang suatu hal yang sebenernya ga sesuai fakta yang ada.
Contohnya kaya pacar lu yang selama ini bilang kalau dia “sibuk kerja” padahal sebenernya lagi jalan sama cewek lain. Nah itu namanya bohong besar namanya.
“Kebohongan adalah akar dari semua kejahatan.” – Socrates
Socrates udah bilang kalau kebohongan adalah akar dari segala kejahatan. Makanya kita harus berusaha buat menghindari dan mengungkap kebohongan sedini mungkin.
Kenapa Orang Suka Bohong?
Sebelum kita coba ngungkapin kebohongan orang lain, penting buat kita tau dulu apa aja motivasi orang berbohong. Biasanya ada hal-hal tertentu yang bikin orang merasa perlu buat bohong, seperti:
1. Cari perhatian dan pujian
Misalnya lebay dikit di sosmed supaya dikira keren.
2. Cari kambing hitam
Bilang ke mama temennya yang nyontek padahal dia yang nyontek.
3. Tutupi kesalahan
Misalnya berbohong soal penyebab telat ngumpulin tugas.
4. Ngambil hak/keuntungan orang lain
Misalnya bohong kalau uang temennya diambil sama orang lain padahal dia yang ngambil.
5. Lindungi diri sendiri
Misalnya bohong ke pacar kalau lagi keluar bareng cewek lain supaya ga ketahuan selingkuh.
Masih banyak lagi alasan orang berbohong, tapi pada intinya biasanya untuk keuntungan atau melindungi diri sendiri.
Makanya kita musti berhati-hati biar ga tertipu.
Cara Mengungkap Kebohongan Orang Berdasarkan Bahasa Tubuh
Jadi, udah gatel pengen tau bagaimana sih cara mengetahui orang lain sedang berbohong? Gampang kok sesungguhnya, selain pacar atau temen lu ga sepenuhnya pinter akting, ada juga bahasa tubuh tertentu yang bisalu tangkap buat ngetauin kapan orang lagi bohong.
Yuk kita lihat satu per satu:
1. Kontak Mata yang Mencurigakan
Orang jujur biasanya akan memberikan kontak mata secara wajar dan tampak fokus saat menatap lawan bicaranya. Sedangkan orang berbohong biasanya banyak gelisah dan menghindari kontak mata, takut ketahuan kalau lagi bohong.
Nah, ada 3 jenis kontak mata mencurigakan dari seseorang yang sedang berbohong:
a. Kontak mata yang terputus-putus dan singkat
Kontak mata kayaknya merhatiin lu, tapi cuma sekilas terus ngalihin lagi. Tandanya dia lagi mikirin kebohongan yang mau diucapin selanjutnya.
b. Kontak mata yang lama dan tidak berkedip
Ini malah terlalu fokus natep mata lu, bahkan ga berkedip sama sekali, soalnya dia pengen mastiin kalo lu percaya sama omongannya. Tapi malah jadi mencurigakan justru.
c. Melihat ke arah lain saat menjawab pertanyaan
Ketika ditanya sesuatu, orang bohong biasanya refleks natap kiri atau menengok ke kanan. Arah mata mereka akan melihat ke berbagai objek selain lawan bicara.
Jadi kalau dari cara kontak matanya aja udah aneh begitu, ada kemungkinan besar orang itu sedang berbohong lho.
Nah sekarang coba lihat papan perbandingan kontak mata orang jujur dan pembohong berikut ini:
| Tipe Kontak Mata | Orang Jujur | Pembohong |
|---|---|---|
| Waktu kontak mata normal | Berkesinambungan | Terputus-putus |
| Kualitas tatapan | Fokus | Tidak fokus, melirik kesana kemari |
| Arah tatapan | Ke lawan bicara | Ke objek lain di sekitarnya |
Cukup jelas kan perbedaannya?
Nah sekarang lu udah tau salah satu petunjuk kalo orang lagi bohong itu dari kontak mata yang mencurigakan.
2. Ekspresi Wajah yang Kaku
Bukan cuma dari mata aja kita bisa tau orang lagi bohong. Ekspresi wajah juga bisalah jadi indikasi kuat, apalagi kalo wajahnya mendadak jadi kaku setelah kita ajukan pertanyaan tertentu.
Misalkan lu lagi cekcok sama pacar, terus pas lu tanya “Kamu lagi bareng cowok lain ya?” eh mendadak ekspresinya jadi datar dan pucat padahal tadi sewot banget ekspresinya. Berarti ada kemungkinan beneran lagi sama cowok lain.
Soalnya orang sedang berbohong biasanya akan menutupi kegugupannya dengan memasang ekspresi datar, kaku, agak pucat dan tampak seperti menahan nafas ditenggorokan.
Jadi kalau temen, pacar atau siapapun mendadak pasang ekspresi wajah begitu setelah lu tembak dia pake pertanyaan menjebak, bisa jadi dia emang lagi bohong.
Menurut penelitian, bagian muka akan memberi tahu apakah orang jujur atau tidak. Tutupi mulut, hidung, dan kening, dan baca tatapan mata dan alisnya. – Mark Bowden
Nah bener kan kata Mark Bowden, seorang pakar bahasa tubuh. Kita bisa baca kejujuran seseorang dari ekspresi wajah mereka.
Jadi selain waspada sama kontak mata, perhatikan baik-baik ekspresi dan tetek bengek orang yang diduga bohong ya guys!
3. Gerakan Tubuh Berlebihan atau Terlalu Kaku
Nah, selanjutnya yang bisa jadi petunjuk orang lagi bohong ya dari gerakan tubuh mereka.
Ada 2 ekstrim yang biasa ditunjukkan sama orang yang lagi bohong:
a. Gerakan tubuh berlebihan
Orang lagi bohong biasanya bakal banyak gestur lebay buat meyakinkan orang lain, misalnya pake gaya bicara lebay, tangan kemana-mana, geleng kepala over, dll. Pokoknya lebih dramatis dan ekspressif gitu lah biar keliatan yakin.
Tapi justru berlebihan gini malah jadi mencurigakan. Yakin deh ini orang pasti bohong.
b. Gerakan tubuh kaku
Kebalikannya, ada juga yang luarnya tenang tapi badannya menegang dan kaku banget. Seperti robot gitulah. Ini mengindikasikan orang lagi berusaha ngontrol kebohongannya mati-matian biar ga ketahuan. Makanya seluruh tubuh jd kaku ga bergerak sama sekali.
Jadi saran gue, kalau mau ungkap bohongnya orang, perhatiin gerak tubuhnya. Kalo lebay dan lebih aktif dari biasanya,kemungkinan besar lagi boong. Begitu juga sebaliknya, badan mendadak kaku.
Perhatikan apakah gestur tubuhnya selaras dengan kata-katanya – Peter Collet
Sesuai kata pakar komunikasi Peter Collet, memang gerak gerik tubuh yang ga sinkron sama kata-kata bisa mengindikasikan kebohongan.
4. Nada Bicara Mencurigakan
Oke selain penampilan fisik, nada bicara juga bisa jadi petunjuk orang lagi bohong loh!.
Ada beberapa karakteristik suara orang lagi bohong yang perlu diwaspadai:
a. Bicara terlalu cepat
Orang lagi bohong biasanya bakal ngomong kayak kereta express, kecepetan. Ini karena mereka pengen secepetnya kelarin kebohongannya. Makin lama bohong makin deg-degan takut ketahuan.
b. Sering ragu-ragu dan terbata-bata
Sebaliknya ada juga yang suaranya jadi tersendat-sendat dan banyak “ehmmm” “anuuu”-nya gitu. Ini tandanya lagi mikir buat nyusun kebohongannya. Grogi broh.
c. Nada bicara tinggi
Orang lagi bohong juga cenderung ngomongnya agak meninggi dan emosional. Biar tampak yakin dan meyakinkan. Tapi ya itu, reaksi berlebihan jadinya mencurigakan.
“Jangan dengarkan apa yang dikatakan orang. Perhatikan nada bicaranya. Itu akan memberitahumu apakah dia berbohong atau tidak.” – Jeffrey Kluger
Sesuai kata penulis Jeffrey Kluger, seringkali nada bicara lebih jujur dibanding kata-kata yang diucapkan loh. Jadi kalau curiga orang lagi bohong, lebih baik perhatikan bagaimana dia mengatakannya.
Nah, itu dia beberapa ciri-ciri orang berbohong dari gerak tubuhnya. Gampang kan cara mengungkap kebohongan orang lain?
Tinggal amati baik-baik reaksi lawan bicara kita sewaktu ngobrol. Kalo gelagatnya aneh menurut standar dia yang biasanya, ada kemungkinan kuat orang itu sedang berbohong.
Cara Mengetahui Kebohongan dari Detil Cerita
Nah sekarang abaikan dulu penampilan fisiknya. Kita coba cek dari isi ceritanya apakah orang itu bohong atau nggak.
Soalnya kalau cuma fokus ke gelagat doang bisa salah sangka, misalkan orangnya emang gugupan orangnya. Nah kali ini kita check dari fakta-fakta yang dia sampaikan.
Biasanya ada ciri-ciri tertentu dari cara mendongeng orang yang suka bohong. Apa aja tuh?
1. Ceritanya terlalu berlebihan
Orang suka bohong demi dapat perhatian biasanya bakal bikin cerita yang dilebih-lebihkan dan terkesan heboh. Misalnya waktu ketinggalan bis sekolah, eh ceritanya jadi kejebak macet berjam-jam dan nyaris telat UN. Halah lebay!
2. Detailnya terlalu diperjelas (red flag!)
Kadang orang berbohong sengaja kasih detail berlebihan supaya keliatan nyata ceritanya. Tapi justru itu yang bikin mencurigakan! Seolah maksa banget buat dipercaya. Mana mungkin inget detail secuil itu kalau memang beneran kejadian aza.
3. Fakta yang disampaikan sering berubah-ubah
Nah ini juga salah satu tanda orang suka boong. Ceritanya selalu beda tiap kali diceritain ulang. Lupa dong sama kebohongannya sendiri. Makanya kluar banyak versi gitu.
Jadi saran gue sih, kalau curiga orang bohong, pertanyakan terus detail-detail ceritanya. Biar makin keliatan aneh kalo emang dia bohong.
Contohnya tanya aja
“Emangnya kamu waktu itu pergi sama siapa aja?”
“Terus, bajunya temen kamu yang mana yang kena muntahan bayi?”
“Lah trus ban motor kamu bocor di daerah mana dulu?”
Pokoknya korek terus informasinya. Biar bohongnya makin kentara. Hahaha.
Kebohongan terbaik adalah setengah kebenaran – Benjamin Franklin
Sesuai kata Bapak Benjamin Franklin, memang paling powerful itu kalau bohongnya dicampur sedikit fakta/kebenaran. Biar keliatan nyata gitu.
Makanya kita musti jeli banget menyortir informasi, mana fakta mana fiksi. Baru bisalah mengetahui orang itu bohong atau jujur.
Alasan yang Diberikan Kedengaran Dibuat-buat
Oke, selain dari cara mendongengnya yang aneh, kadang alasan yang diberikan juga bisa jadi indikasi orang lagi bohong tuh.
Biasanya kalo udah ngomong A, terus disuruh jelasin kenapa ngomong A, yang keluar malah jawaban melantur yang ga nyambung.
Nah ini juga salah satu tanda orang lagi ngeles dan bohong.
Beberapa karakteristik alasan bohong yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Jawabannya terlalu sederhana
Misalnya pas ditanya “kamu kemarin kemana aja pulang selarut itu?” eh cuma jawab singkat dengan satu kata “jalan”.
Lah masa iya jalan aja berjam-jam? Dicurigai bohong nih.
2. Jawabannya bertele-tele
Kebalikannya, ada juga yang kasih penjelasan panjang x lebar x tinggi banget waktu ditanya. Ini juga mencurigakan, kayak sedang berusaha meyakinkan aja.
Padahal kalo emang jujur ya cukup jawab apa adanya. Ga perlu berbelit-belit.
3. Alasannya ga masuk akal
Misalnya ditanya “kenapa bisa telat berangkat kerja?” eh jawabnya cuma “macet”. Lah kan dia naik motor broh! Mana ada macet segala.
Nah jawaban melantur begitu jelas banget bohongnya. Tendang aja langsung!
Jadi intinya, kalau penjelasan yang diberikan terkesan dipaksakan, berkemungkinan besar itu Cuma akal-akalan doang buat nutupi kebohongannya.
Cara paling mujarab sih ya konfrontasi langsung. Sudutkan dia dengan pertanyaan-pertanyaan rumit. Pasti lama-lama kebongkar juga bohongnya!
Kebohongan terbesar adalah kebohongan diri sendiri. – Friedrich Nietzsche
Iya nih bener kata Freddy, bohong paling parah emang bohong ke diri sendiri. Makanya kita juga jangan mau dibohongi terus dong! Lawan!
Ekspresi Wajah tidak Sinkron dengan Ucapan
Nah, satu lagi tanda orang mencurigakan yang perlu diwaspadai nih.
Yaitu ketika emosi yang ditampilkan di wajah tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan.
Pasti ada yang aneh kan?
Misalnya lagi cerita sesuatu yang seharusnya bikin sedih, tapi ekspresi mukanya biasa aja bahkan senyum-senyum. Atau saat dimarahin malah cengengesan. Ini agak psikopat juga sih.
Tapi bisa jadi emang itu Cuma akting doang buat nutupin rasa gugup dan gelisah. Takut ketahuan lagi bohong.
Makanya coba perhatiin, kalau ada orang yang ceritanya heboh tapi mukanya datar, atau lagi ngomel tapi senyum aneh, waspadalah! Hampir bisa dipastikan ini orang sedang berbohong besar!
Saran gue, tabok aja langsung yang begitu biar ga lancang bohong mulu. Wkwk.
Bisa juga sih tenang dulu, terus tanya pelan-pelan “kok kamu senyum sih? seharusnya ini bikin sedih/marah dong?”
Pasti langsung salting tuh orang. Kepergok boongnya! Haha.
“Orang berbohong, tapi tubuh mereka tidak berbohong.” – Virginia Satir
Sesuai kata-kata bijak di atas, memang sekalipun manusia bisa bohong lewat kata-kata, tapi tubuh dan ekspresi wajah mereka kebanyakan akan mengungkap kebenaran.
Jadi, waspadai gelagat mencurigakan ya kawan!
Firasat Kuat Orang Itu Bohong? Bisa Jadi Lo
Nah sampai sini lo udah paham belum gimana ngediteksi orang yang lagi bohong?
Intinya sih, kalau lo punya firasat atau intuisi kuat kalo misalnya temen atau pacar lo lagi bohong, besar kemungkinan emang beneran bohong kok.
Soalnya manusia emang dikasih refleks alami oleh Tuhan buat ngerasain ada bahaya mendekat, supaya waspada dan bisa menghindar.
Nah firasat curiga sama kebohongan orang lain ini salah satu mekanisme pertahanan diri kita juga.
Makanya jarang salah kalau intuisi bilang “ini orang mencurigakan”.
Tapi tetep harus dibuktikan dulu dengan observasi teliti atas gelagat abnormal dan kata-katanya yang aneh.
Baru deh bisa mastiin dia emang lagi bohong atau nggak.
Jadi inget pesan bijak ini ya bro!
“Hati-hatilah pada orang yang tidak mengatakan apa yang mereka maksuddan orang yang bermaksud sebaliknya dari yang mereka katakan.” ― Marcus Aurelius
Kadang orang pinter banget nyembunyiin maksud aslinya di balik kata-kata manis. Makanya kita juga harus pinter baca gelagat mencurigakan.
Biar ga tertipu mulu sama bualan orang. Hehehe.
Ya udah kayaknya itu dulu deh cara jitu ngungkapin kebohongan orang yang bisa gue bagiin. Mudah-mudahan berguna yak!
Kesimpulan
Jadi gimana guys? Puas ga belajar cara membongkar kebohongan orang lain lewat artikel ini? Semoga pada ngerti ya.
Intinya sih, kalau curiga ada orang bohong, lu tinggal perhatiin aja:
- Kontak mata yang mencurigakan
- Ekspresi wajah yang kaku
- Gerak tubuh berlebihan atau terlalu kaku
- Nada bicara yang aneh
- Cerita yang terlalu draatis dan detail
- Alasan yang diberikan ga masuk akal
- Ekspresi tidak selaras dengan ucapannya
Kalo ada ciri-ciri begitu saat dia cerita, hampir bisa dipastikan sih orang itu sedang bohong.
Jadi ga perlu terlalu polos dan percaya sama semua omongan orang ya! Pelajari teknik membaca bahasa tubuh dan waspadai gelagat mencurigakan biar ga tertipu.
Oke deh, semoga artikel ini bisa nambah skill komunikasi temen-teman juga dalam mendeteksi kebohongan orang lain.
Makasih udah baca, daaah!



